Tiga Perampok Sepmor Ditembak Polisi, Satu Wanita Hamil Diamankan

oleh -1.193 views

Batu Bara – Keberhasilan aparat Kepolisian atas pengungkapan kasus curanmor yang terakhir ini mulai marak di wilkum Polres Batu Bara, perlu diacungi jempol, dan setidaknya membuat masyarakat Batu Bara merasa lega, atas penangkapan sindikat pencurian dengan kekerasan, dengan modus berkenalan melalui jejaring sosial (Facebook).

Personel Unit Reskrim Polsek Indrapura dan Sat Reskrim Polres Batu Bara meringkus 4 anggota sindikat merampas sepeda motor, di jalinsum yang beraksi setelah mengelabui korbannya lewat rayuan perempuan yang dalam keadaan hamil.

Dua tersangka merupakan pasangan kekasih yaitu Suryawati alias Wati alias Winda, dan pacarnya Subuh Hadi Pramono alias Dedi Bancet masing-masing warga Tebing Tinggi dan Kelurahan Kerasaan, Kecamatan Bandar, Simalungun.

Rekannya, Aidil Fitriadi alias Idil dan Arianto alias Rian–masing-masing warga Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai, keempat orang ini komplotan tersangka perampokan sepmor, diduga sudah nerulang kali melakukan aksi yang serupa.

Demikian pemaparan Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Pandu, Kapolsek Indrapura, AKP Mitha Natasya dan Kanit Res Polsek Indrapura, Ipda Jimmy Sitorus, saat konferensi pers, di Makopolres Batu Bara, Rabu (22/1).

Korban atas nama Amrullah Abbas, membuat melaporkan kepada Polsek Indrapura pada tanggal 11/1/2020, dalam pengaduannya, Amarullah mengaku telah kehilangan 1 unit sepedamotor Honda Vario warna merah, BK 3529 TBC, 2 unit HP merk Nokia warna putih dan biru-hitam serta 1 unit HP Xiaomi Redmi tipe Note 5A warna hitam , dompet warna hitam berisikan uang tunai Rp425.000, SIM, kartu ATM Bank BRI dan BNI, serta KTP.

“Telah terjadi curanmor dengan kekerasan, Jum’at (10/1/2020) sekira pukul 23.00 Wib di pinggir jalan umum Desa Laut Tador, Kecamatan Laut Tador, Batu Bara,” Jelas Kapolres.

Lanjut Kapolres, Amirullah mengaku berkenalan dengan Wati yang mengaku bernama Winda dan berstatus janda melalui akun Facebook milik Wati alias Winda. Terjadilah komunikasi yang penuh kemesraan melalui media sosial tersebut.

Ketika Amirullah sudah klepek – klepek Winda pun melapor kepada pacarnya Subuh alias Dedi Bancet bahwa dia sudah sering dihubungi Amirullah melalui media sosial Facebook. Dedi Bancet perintahkan Wati agar mengajak Amirullah copy darat.

Setelah positif Amirullah bersedia bertemu, Bancetpun mengatur strategi dengan mengajak dua temannya, Aidil Fitriadi alias Idil dan Arianto alias Rian untuk membuntuti Wati.

“Tersangka Suryawati alias Winda kemudian mengajak saksi korban Amirullah Abbas bertemu, sedangkan tersangka Subuh Hadi Pramono alias Dedi Bancet, Aidil Fitriali alias Idil dan Arianto alias Rian menunggu di pinggir jalan Kota Tebing Tinggi dengan tujuan mengikuti Wati dan korban,” papar AKBP Ikhwan.

Dengan berbonceng tiga mengendarai sepedamotor milik Rian mereka terus membuntuti Wati dan Amirullah hingga tiba di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Batu Bara, karena takut buruannya kabur, sepmor korbanpun dihentikan.

“Sampai di TKP, tersangka Rian menghentikan motor korban dengan cara menyalipnya,” jelas Ikhwan Lubis.

Selanjutnya Subuh pun turun dari motor dan langsung menghardik Amirullah.

”Enak-enak aja kau bawa binik ku. Kami udah lapor ke polisi, di rumah sudah ramai orang membicarakan kalian” bentak Dedi kepada Amirullah.

“Sumpah Aku gak taulah bang, dia ngakunya janda sama ku,” jawab Amirullah polos.

“Ayo kau ikut ke rumah ku,” desak Dedi, sembari duduk di boncengan motor Amirullah diapit Idil.

Sementara, Wati dibonceng Rian dan selanjutnya Amirullah diperintahkan agar menuju ke arah Laut Tador. Tiba di SPBU Desa Sukaraja, para pelaku dan korban sempat mengisi bensin.

Selanjutnya, Dedi mengambil alih kemudi sepeda motor Amirullah yang kemudian duduk di tengah diapit Idil di belakang. Sesampainya di Jalan Desa Laut Tador sekira pukul 23.00 Wib, Dedi kemudian menghentikan motor dan menyuruh Amirullah turun.

“Mana KTP mu? Periksa ini!” kata Dedi sembari menyurul Idil merogoh saku celana Amirullah.

Selanjutnya, Idil mengeluarkan sebilah pisau dari kantong celananya dan mengancam Amirullah agar tidak melawan.

“Diam kau kalau mau selamat!” ancam Idil kepada Amirullah.

Dalam kondisi takut, Amirullah pun pasrah digeledah dan barang-barang berharga seperti HP dan uang diambil para pelaku

Selanjutnya Dedi membawa motor milik Amirullah kembali ke arah Tebing Tinggi diikuti Arianto dan Wati–dengan 2 unit HP Nokia yang tersimpan di dalam bagasi.

“Korban ditinggalkan di areal perkebunan sawit Laut Tador,” jelas Ikhwan.

Keesokan harinya, Amirullah melaporkan peristiwa itu ke Polres Batubara. Berdasarkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus keempatnya dari lokasi berbeda.

Saat melakukan pengembangan tiga tersangka pria terpaksa dilakukan tindakan terukur dihadiahi timah panas pada kaki pelaku, karena mencoba melawan polisi.

Suryawati mengaku sudah 9 tahun menjalin hubungan dengan Dedi Bancet. “Sekarang aku lagi hamil 2 bulan,” aku Wati alias Winda

Tersangka dijerat Pasal 365 Ayat (2) ke 1e dan 2e. Ancaman hukumannya maksimal pidana penjara 12 tahun,” tutup Ikhwan.(AS2)