Tragis, Kaki Zulkarnain Putus disambar Kereta Api Jalur Parasamya Kisaran, Nyawa Korban Selamat

oleh -622 views

Kisaran – Tragis, Disambar Kereta Api (KA), kaki kanan Zulkarnain (31) warga Kelurahan Lestari Kecamatan Kota Kisaran putus berantakan, dan saat ini telah mendapat penanganan di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) Kisaran, Senin (28/5) sekitar pukul 04.00 WIB pagi hari.

Informasi dihimpun asahansatu, tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian itu dan kabar kecelakaan tersebut diinformasikan oleh petugas KA kepada Polsek Kota Kisaran, ujar warga saat dikonfirmasi.

Sementara menurut Ibu Arjun kakak korban saat dikonfirmasi membenarkan jika Zulkarnain selama ini tinggal bersama dirinya di Jalan Bangau Kelurahan Lestari dan pekerjaannya sebagai juru parkir di kota Kisaran.

“Adik ku itu, kami tidak tahu persis kejadiannya dan baru dikabari setelah dibawa ke rumah sakit,”ungkap ibu itu sambil tergopoh-gopoh.

Terpisah, Kapolsek Kota Kisaran Iptu Rianto saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya ada menerima laporan kecelakaan di perlintasan KA dan korbannya saat ini sudah diboyong ke RSUD HAMS Kisaran.

Kondisi korban selamat, namun kaki kanannya putus remuk dan pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, ujar Rianto.

Dokter RSUD HAMS Kisaran Usir Wartawan yang melakukan liputan,

Disayangkan, dokter jaga RSUD HAMS Kisaran terkesan antipati saat pada jurnalistik para awak media di area Instalasi Gawat Darurat (IGD), dokter yang tidak mengenakan seragam layaknya seorang dokter itu dengan masam menghardik para wartawan saat akan mencari informasi kondisi korban kecelakaan KA yang baru saja sampai di IGD.

“Anda siapa, keperluanmu apa, tidak boleh meliput, ada undang – undangnya, cepat panggil Security,” tegas dokter yang ber kaca mata itu dengan nada tinggi berapi-api.

Heran, Sementara di ruang IGD itu tidak ada himbauan maupun stiker larangan meliput oleh jurnalistik atau awak media. Jika dikatakan ada Undang – Undangnya harap dipasang, sehingga kami tidak mendapat perlakuan seperti layaknya pengemis, ujar Indra Raden salah seorang jurnalis yang mengaku kesal karena diperlakukan seperti pengemis oleh dokter itu, padahal tugas wartawan juga mengacu pada Undang-undang serta memiliki SOP juga ungkapnya.(AS-1)

No More Posts Available.

No more pages to load.