Wabup Asahan Hadiri Pertemuan dengan KPK di Siantar

oleh
oleh

Kisaran – Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc didampingi Sekdakab Drs H Sofyan MM, dan Plt Kadis Kominfo, Rahmat Hidayat Siregar dan sejumlah Kepala SKPD, Rabu (6/9) menghadiri pertemuan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung serba guna Bappeda, jalan Merdeka nomor 6 Pematangsiantar Sumatera Utara.

Pertemuan dimaksud dalam rangka agenda rapat monitoring dan evaluasi rencana aksi pencegahan korupsi terintegrasi Provinsi Sumatera Utara. Demikian disampaikan Plt Kadis Kominfo Asahan, Rahmat Hidayat Siregar,Jumat (8/9).

Selain dari Pemkab Asahan, dalam pertemuan itu kata Rahmat, dihadiri juga Tim unit kerja koordinasi dan supervisi pencegahan KPK RI yang di ketuai Adlinsyah M Nasution, 11 kabupaten/kota yakni, Walikota Tebing tinggi H Umar Zunaidi Hasibuan MM, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor SE.

Kemudian, Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon MM, Wakil Bupati Tobasa Ir. Hulman Sitorus MM, Kabupaten Dairi diwakili Sekda Sebastinus Tinambunan SH, Kabupaten Batu Bara diwakili Asisten Adm Umum Ataruddin, SPd, Kabupaten Simalungun diwakili Sekda Drs Gideon Purba, Kabupaten Pakpak Barat diwakili Kepala Bappeda dan Inspektur Jalan Brutu, dan Kabupaten Sergai diwakili Kadis Kominfo Ihsan AP.

Dalam kesempatan itu, Walikota Hefriansyah SE MM, mewakili sebelas daerah yang hadir diacara Monitoring dan Evaluasi Progres Rencana Aksi Pencegahan Korupsi Terintegrasi yang digelar KPK RI tersebut, mendukung penuh program KPK ini, dan ini menjadi kesempatan bagi para OPD untuk lebih memahami pencegahan korupsi, dalam pengelolaan anggaran agar terhindar dari korupsi.

“Terimakasih kepada KPK yang sudah melakukan pengawasan dan monitoring terhadap progress rencana aksi pencegahan korupsi terintegrasi ini. Semoga program ini dapat membawa kebaikan bagi pemerintahan di daerah”, kata Walkot Siantar.

Kasatgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi KPK RI untuk wilayah Sumut, Adlinsyah M Nasution alias Coki mengatakan program rencana aksi ini dapat mencegah 80 persen kegiatan korupsi yakni dengan cara kegiatan sistem E-Planning, E-Budgeting secara online, artinya semua akan terprogram dan transparan.

Dengan E- Perencanaan dan Pematangsiantar Smart City, semua masukan untuk pembangunan kota yang dimulai dari rembuk warga sampai musrenbang akan terprogram.

“Artinya daerah kabupaten kota lainnya dapat mengikuti dalam membuat program pembangunan. Kami siap melakukan pendampingan bagi daerah lainnya,”kata Adlinsyah.

Selanjutnya Dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Progres Rencana Aksi Pencegahan Korupsi Terintegrasi tersebut, masing – masing daerah termasuk Kabupaten Asahan memaparkan progres yang sudah dilakukan serta kendala yang dihadapi.(Mata)

No More Posts Available.

No more pages to load.